Sasirangan Curi Perhatian Hijabers

Kearifan budaya lokal kain sasirangan yang berasal dari Kalimantan terus mendapat perhatian dari pemerintah hingga masyarakat, bahkan keberadaannya terus diberdayakan dalam mendongkrak perekonomian kerakyatan. Pengerajin kain sasirangan pun patut berbangga, karena karyanya selain menguasai pasar lokal, namun juga mampu menyentuh pangsa pasar nasional.
Sebelumnya kain sasirangan yang hanya digunakan dalam acara formal, kini semakin eksis ditengah masyarakat kalangan remaja hingga dewasa. Bahkan desainer kain sasirangan pun kini mulai ikut melirik pasar halal yang sedang tumbuh subur di Indonesia dengan memproduksi hijab sasirangan yang cantik. Hijab sasirangan ini pun dengan cepat melejit dan menjadi tren baru bagi hijabers khususnya yang berada di Kalimantan Selatan, Audia Nur Yeni yang merupakan presenter sekaligus kandidat Pemilihan Nanang Galuh 2016 pun mengaku gemar mengoleksi hijab sasirangan. "Saat ini aku sudah punya tujuh koleksi hijab sasirangan dengan berbagai warna dan motif." Dirinya mengaku hijab sasirangan sangat mudah dicocokkan dengan berbagai macam pakaian polos, sehingga penampilan lebih terlihat stunning.
Hijab sasirangan dijual dengan kisaran harga yang terjangkau yakni Rp 60.000 untuk jenis segi empat, sedangkan jenis pashmina dihargai Rp 75.000. Semakin meningkatnya tren hijab sasirangan dikalangan remaja ini, tentunya diharapkan dapat meningkatkan minat generasi penerus terhadap budaya lokal, bahkan menarik bagi konsumen ditingkat nasional hingga internasional.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »